Pages

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

DAJJAL AKAN KELUAR DI SEGITIGA BERMUDA???

http://blogawalku.files.wordpress.com/2010/04/dajjal-dan-simbol-setan.jpg
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apa jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya ‘Minal Munzharin’ seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula ke atas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah Al Munawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga kiamat nanti.

Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung. Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya . Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn ’syaqq’ manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk² halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dgn jelas. (pernah terbaca sebuah buku..Kelahiran Dajjal -Dajjal di lahirkan dari sepasang suami isteri yang berjimak semasa isterinya dalam keadaan haid)

Sifat² Badannya
wahyu

Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka (Hadis Sahih Muslim)

Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis² Rasulullah saw, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda ; Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan ; Rambutnya kerinting dan tebal . Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.

Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua:

Pertama : Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut,manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat .

Kedua: Tertulis didahinya tulisan ‘Kafir (Kaf-Fa-Ra)’. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak.

Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yg terakhir ini belum ada pada dirinya.

Tempat Tinggalnya Sekarang

Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab ‘Shahih Muslim’, bahawa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama ‘Al-Jassasah’. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. anda boleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt utk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat ‘transitnya’ itu ialah di sebelah Timur bukan di Barat.

Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya: Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini,selama empat puluh hari sahaja . Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa . Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari.

Monday, March 28, 2011

Foto-foto Masjid Ijabah, Saksi Cinta Sang Nabi

Masjid Ijabah kecil saja. Ia tampak berhaja bila dibandingkan Masjid Nabawi yang besar dan megah. Tapi inilah masjid yang menjadi saksi begitu besarnya cinta Nabi Muhammad kepada umatnya. Di sinilah, Nabi Muhammad memanjatkan tiga doa untuk keselamatan umat Islam.
Masjid Ijabah terletak di Jalan Malik Faisal, atau di sebelah utara pemakaman Baqi.

KEBANGKITAN di AKHIR ZAMAN

Fatamorgana membentuk keperibadian bertunjangkan kehidupan yg di jana oleh Dajjal Laknatullah. AWAS!!!
Assalamualaikum wbt.
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam,Selawat dan salam ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad s.a.w ,ahli keluarganya,kaum kerabatnya,keturunannya,para sahabat baginda,para tabiin-tabiin,para mujadid dan seluruh kaum muslimin.
Artikel kali ini adalah untuk ingat-memperingati di samping kita terus membongkar akan kospirasi dunia hari ini dan agar apa yang telah disampaikan oleh Baginda Rasulullah s.a.w 1400 tahun yang lepas akan terus terpahat dalam ingatan dan menjadi amalan buat menghadapi dunia yang kian tua ini.
Sering saja kita melayari ‘blog-blog’ yang memaparkan berbagai bentuk konspirasi dunia hari ini dan berbagai juga maklumat baru yang diperolehi setiap masa dan hari. Kita juga kerapkali mendengar akan hal Islam hari ini,sebagaimana di Eropah , Sinar Islam semakin menyinari dan telah mendapat tempat di kalangan masyarakat di sana,Pun begitu kita tidak terlepas dari keadaan bahaya yang mengancam Umat islam di mana carta kejatuhan penganut Ugama Islam dan juga carta kejatuhan moral di kalangan Umat Islam terutamanya di negara kita, yakni Malaysia amat membimbangkan. Agaknya bagaimanakah kefahaman Islam di kalangan masyarakat kita hari ini yer ?Sebagaimana yang telah disabdakan oleh baginda Rasul…
Daripada Ali Bin Abi Talib r.a berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w ,” Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya dan tidak tinggal lagi daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya.Masjid-masjid tersergam indah tetapi ia kosong dari Hidayah.Ulama-ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah naungan langit.Dari mereka berpuncanya fitnah dan kepada mereka fitnah ini akan kembali “. Hadis Riwayat Al-Baihaqi.

Friday, March 11, 2011

Riba Menurut Al-Quran

Tulisan berikut tidak akan membahas kehalalan atau keharaman riba, karena keharamannya telah disepakati oleh setiap Muslim berdasarkan ayat-ayat Al-Quran serta ijma' seluruh ulama Islam, apa pun mazhab atau alirannya. Yang dibahas adalah apa yang di maksud sesungguhnya oleh Al-Quran dengan riba yang diharamkannya itu?
Para ulama sejak dahulu hingga kini, ketika membahas masalah ini, tidak melihat esensi riba guna sekadar mengetahuinya, tetapi mereka melihat dan membahasnya sambil meletakkan di pelupuk mata hati mereka beberapa praktek transaksi ekonomi guna mengetahui dan menetapkan apakah praktek-praktek tersebut sama dengan riba yang diharamkan itu sehingga ia pun menjadi haram, ataukah tidak sama.
Perbedaan pendapat dalam penerapan pengertian pada praktek-praktek transaksi ekonomi telah berlangsung sejak masa sahabat dan diduga akan terus berlangsung selama masih terus muncul bentuk-bentuk baru transaksi ekonomi.
Perbedaan-perbedaan ini antara lain disebabkan oleh wahyu mengenai riba yang terakhir turun kepada Rasul saw. beberapa waktu sebelum beliau wafat, sampai-sampai 'Umar bin Khaththab r.a. sangat mendambakan kejelasan masalah riba ini.164 Beliau berkata: "Sesungguhnya termasuk dalam bagian akhir Al-Quran yang turun, adalah ayat-ayat riba. Rasulullah wafat sebelum beliau menjelaskannya. Maka tinggalkanlah apa yang meragukan kamu kepada apa yang tidak meragukan kamu."165
Keragu-raguan terjerumus ke dalam riba yang diharamkan itu menjadikan para sahabat, sebagaimana dikatakan 'Umar r.a., "meninggalkan sembilan per sepuluh yang halal".166
Sebelum membuka lembaran-lembaran Al-Quran yang ayat-ayatnya berbicara tentang riba, terlebih dahulu akan dikemukakan selayang pandang tentang kehidupan ekonomi masyarakat Arab semasa turunnya Al-Quran.
Sejarah menjelaskan bahwa Tha'if, tempat pemukiman suku Tsaqif yang terletak sekitar 75 mil sebelah tenggara Makkah, merupakan daerah subur dan menjadi salah satu pusat perdagangan antar suku, terutama suku Quraisy yang bermukim di Makkah. Di Tha'if bermukim orang-orang Yahudi yang telah mengenal praktek-praktek riba, sehingga keberadaan mereka di sana menumbuhsuburkan praktek tersebut.
Suku Quraisy yang ada di Makkah juga terkenal dengan aktivitas perdagangan, bahkan Al-Quran mengabarkan tentang hal tersebut dalam QS 106. Di sana pun mereka telah mengenal prktek-praktek riba. Terbukti bahwa sebagian dari tokoh-tokoh sahabat Nabi, seperti 'Abbas bin 'Abdul Muththalib (paman Nabi saw.), Khalid bin Walid, dan lain-lain, mempraktekkannya sampai dengan turunnya larangan tersebut. Dan terbukti pula dengan keheranan kaum musyrik terhadap larangan praktek riba yang mereka anggap sama dengan jual beli (QS 2:275). Dalam arti mereka beranggapan bahwa kelebihan yang diperoleh dari modal yang dipinjamkan tidak lain kecuali sama dengan keuntungan (kelebihan yang diperoleh dari) hasil perdagangan.

Riba yang Dimaksud Al-Quran

Kata riba dari segi bahasa berarti "kelebihan". Sehingga bila kita hanya berhenti kepada arti "kelebihan" tersebut, logika yang dikemukakan kaum musyrik di atas cukup beralasan. Walaupun Al-Quran hanya menjawab pertanyaan mereka dengan menyatakan "Tuhan menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (QS 2:275), pengharaman dan penghalalan tersebut tentunya tidak dilakukan tanpa adanya "sesuatu" yang membedakannya, dan "sesuatu" itulah yang menjadi penyebab keharamannya.
Dalam Al-Quran ditemukan kata riba terulang sebanyak delapan kali, terdapat dalam empat surat, yaitu Al-Baqarah, Ali 'Imran, Al-Nisa', dan Al-Rum. Tiga surat pertama adalah "Madaniyyah" (turun setelah Nabi hijrah ke Madinah), sedang surat Al-Rum adalah "Makiyyah" (turun sebelum beliau hijrah). Ini berarti ayat pertama yang berbicara tentang riba adalah Al-Rum ayat 39: Dan sesuatu riba (kelebihan) yang kamu berikan agar ia menambah kelebihan pads harts manusia, maka riba itu tidak menambah pads sisi Allah ...
Selanjutnya Al-Sayuthi, mengutip riwayat-riwayat Bukhari, Ahmad, Ibn Majah, Ibn Mardawaih, dan Al-Baihaqi, berpendapat bahwa ayat yang terakhir turun kepada Rasulullah saw. adalah ayat-ayat yang dalam rangkaiannya terdapat penjelasan terakhir tentang riba,167 yaitu ayat 278-281 surat Al-Baqarah: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba, jika kamu orang-orang yang beriman.

Bagaimana Isi dalam blog saya menurut anda